Friday, September 23, 2016

Politik dalam Pendidikan?



Politik dalam Pendidikan?
Pendidikan dan politik merupakan dua elemen yang penting dalam sistem sosial politik suatu Negara, tapi ternyata bukan hanya negara saja yang berpolitik dalam memberikan pendidikan. Instansi pendidikan yang menjadi pusat pendidikan saja juga sering melakukan politik tanpa pejajar sadari. Pada umumnya kedua politik dalam pendidikan ini disembunyikan, seakan-akan tidak ada hubungan antara politik dan pendidikan. Padahal keduanya sangatlah terlihat jika kita mau menganalisanya. Bila tidak ada pendidikan tidak akan ada instansi-instansi pendidikan yang berjalan sampai saat ini, dan sebaliknya jika tidak ada politik, pendidikan tidak akan mampu berjalan karena kekurangan aspek-aspek pendukung seperti sarana dan prasana pendidikan yang disebabkan tidak adanya pengelola uang Negara maupun kebijakan-kebijakan yang mendukung terselenggaranya proses pendidikan. Kebijakan politik menentukan berjalannya proses pendidikan.
Jadi, tidak bisa dipungkiri, instansi memerlukan politik. Bagaimana caranya agar mereka tetap bertahan untuk menciptakan kader-kader bangsa yang baik. Caranya mungkin dengan menarik biaya pendidikan dari pelajar sendiri, atau mungkin dengan cara yang lainnya. Dan tidak dipungkiri juga dengan adanya berpolitik meminta biaya pendidikan maka fasilitas yang mendukung dan lengkap akan didapatkan oleh para pelajar. Ini salah satu contoh positif dari politik dalam pendidikan.
Tapi tidak sedikit juga instansi pendidikan yang nakal. Mereka menawarkan fasilitas yang baik dengan menarik biaya pendidikan mahal, tapi semua itu hanya omongan belaka. Fasilitas tetap saja tidak ada kemajuan. Untuk hal yang seperti ini, maka tugas para pelajar yang harus pintar-pintar memilih instansi pendidikan yang diinginkan. Jangan sampai salah pilih dan membuat kita jadi pro atau kontra dengan instansi pendidikan yang ada di Negara ini.
Intinya Hubungan erat antara pendidikan dengan politik dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi perkembangan pendidikan. Dampak positif yang dapat dihasilkan dari hubungan keduanya adalah pemerintah sebagai pemegang peranan penting dalam politik dapat memberikan subsidi kepada pendidikan. Dengan adanya subsidi tersebut pendidikan bisa berkembang sebagaimana mestinya. Jika pemegang tanggung jawab pendidikan dalam politik tidak mempunyai kompeten dalam bidang pendidikan, maka pasti ini sangat membahayakan pendidikan. Akan tetapi jika orang yang memegang amanah untuk mengembangkan pendidikan dalam sistem pemerintahan suatu negara adalah orang yang amanah serta mempunyai kapabilitas di bidang pendidikan maka ini sangat memungkinkan untuk memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan, khususnya di Indonesia.
Terlepas dari itu semua, hendaknya pendidikan dijadikan satu hal yang netral, khususnya jika kita melihat kondisi politik di Indonesia saat ini. Ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan lembaga pendidikan sebagai penyalur dari kepentingan politik tertentu. Selain itu, jika pendidikan tidak dinetralisir dari dunia politik, maka kepentingan politik akan dimasukkan ke dalam lembaga pendidikan. Dan ini akan memecahkan konsentrasi lembaga terhadap pendidikan, yang pada akhirnya akan merusak nilai-nilai mulia pendidikan.
http://dianmarianaulfa.blogs.uny.ac.id/2015/10/09/pengaruh-politik-dalam-pendidikan/

No comments:

Post a Comment