Politik dalam Pendidikan?
Pendidikan dan
politik merupakan dua elemen yang penting dalam sistem sosial politik suatu
Negara, tapi ternyata bukan hanya negara saja yang berpolitik dalam memberikan
pendidikan. Instansi pendidikan yang menjadi pusat pendidikan saja juga sering
melakukan politik tanpa pejajar sadari. Pada umumnya kedua politik dalam
pendidikan ini disembunyikan, seakan-akan tidak ada hubungan antara politik dan
pendidikan. Padahal keduanya sangatlah terlihat jika kita mau menganalisanya.
Bila tidak ada pendidikan tidak akan ada instansi-instansi pendidikan yang
berjalan sampai saat ini, dan sebaliknya jika tidak ada politik, pendidikan
tidak akan mampu berjalan karena kekurangan aspek-aspek pendukung seperti
sarana dan prasana pendidikan yang disebabkan tidak adanya pengelola uang
Negara maupun kebijakan-kebijakan yang mendukung terselenggaranya proses
pendidikan. Kebijakan politik menentukan berjalannya proses pendidikan.
Jadi, tidak
bisa dipungkiri, instansi memerlukan politik. Bagaimana caranya agar mereka
tetap bertahan untuk menciptakan kader-kader bangsa yang baik. Caranya mungkin
dengan menarik biaya pendidikan dari pelajar sendiri, atau mungkin dengan cara
yang lainnya. Dan tidak dipungkiri juga dengan adanya berpolitik meminta biaya
pendidikan maka fasilitas yang mendukung dan lengkap akan didapatkan oleh para
pelajar. Ini salah satu contoh positif dari politik dalam pendidikan.
Tapi tidak sedikit
juga instansi pendidikan yang nakal. Mereka menawarkan fasilitas yang baik
dengan menarik biaya pendidikan mahal, tapi semua itu hanya omongan belaka. Fasilitas
tetap saja tidak ada kemajuan. Untuk hal yang seperti ini, maka tugas para
pelajar yang harus pintar-pintar memilih instansi pendidikan yang diinginkan. Jangan
sampai salah pilih dan membuat kita jadi pro atau kontra dengan instansi
pendidikan yang ada di Negara ini.
Intinya Hubungan
erat antara pendidikan dengan politik dapat memberikan dampak positif dan
negatif bagi perkembangan pendidikan. Dampak positif yang dapat dihasilkan dari
hubungan keduanya adalah pemerintah sebagai pemegang peranan penting dalam
politik dapat memberikan subsidi kepada pendidikan. Dengan adanya subsidi
tersebut pendidikan bisa berkembang sebagaimana mestinya. Jika pemegang
tanggung jawab pendidikan dalam politik tidak mempunyai kompeten dalam bidang
pendidikan, maka pasti ini sangat membahayakan pendidikan. Akan tetapi jika
orang yang memegang amanah untuk mengembangkan pendidikan dalam sistem
pemerintahan suatu negara adalah orang yang amanah serta mempunyai kapabilitas
di bidang pendidikan maka ini sangat memungkinkan untuk memberikan kontribusi
besar dalam pengembangan pendidikan, khususnya di Indonesia.
Terlepas dari
itu semua, hendaknya pendidikan dijadikan satu hal yang netral, khususnya jika
kita melihat kondisi politik di Indonesia saat ini. Ini dimaksudkan untuk
menghindari terjadinya penyalahgunaan lembaga pendidikan sebagai penyalur dari
kepentingan politik tertentu. Selain itu, jika pendidikan tidak dinetralisir
dari dunia politik, maka kepentingan politik akan dimasukkan ke dalam lembaga
pendidikan. Dan ini akan memecahkan konsentrasi lembaga terhadap pendidikan,
yang pada akhirnya akan merusak nilai-nilai mulia pendidikan.
http://dianmarianaulfa.blogs.uny.ac.id/2015/10/09/pengaruh-politik-dalam-pendidikan/
No comments:
Post a Comment